Warga sekitar kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, digemparkan oleh Kasus Penemuan 2 Kerangka manusia di dalam Gedung ACC (Astra Credit Companies) pada Selasa sore (4/11/2025).
Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh pekerja renovasi bangunan yang tengah membersihkan area basement gedung tersebut. Polisi segera menutup lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Baca Juga :
Tesla Model 3 Facelift Masuki Pasar Asia Tenggara
Kronologi Penemuan
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, mengatakan bahwa dua kerangka manusia itu ditemukan dalam kondisi terpisah namun berdekatan, masing-masing terbungkus sebagian kain yang sudah membusuk.
“Tim kami menerima laporan sekitar pukul 14.30 WIB. Saat dicek ke lokasi, ditemukan dua rangka manusia di bagian basement yang sudah lama tidak digunakan,”
ujar Kombes Susatyo dalam konferensi pers di lokasi kejadian, Selasa malam (4/11/2025).
Pihak kepolisian menduga bahwa kerangka tersebut telah berada di sana selama bertahun-tahun, mengingat kondisi tulang yang sudah sangat rapuh dan tidak ditemukan jaringan tubuh yang tersisa.
Proses Identifikasi Korban
Tim Inafis Polri dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) telah diterjunkan untuk melakukan identifikasi awal.
Dua kerangka manusia tersebut kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati guna dilakukan pemeriksaan forensik lebih lanjut.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, termasuk estimasi waktu kematian dan jenis kelamin korban. Sementara ini, kami belum menemukan identitas atau dokumen apapun di sekitar lokasi,”
tambah Kombes Susatyo.
Pihak kepolisian juga tengah memeriksa rekaman CCTV lama yang mungkin masih tersimpan di sistem gedung atau di area sekitar Kwitang.
Kondisi Lokasi Penemuan
Gedung ACC Kwitang diketahui sudah lama tidak beroperasi penuh sejak pandemi COVID-19. Sebagian area basement bahkan digunakan sebagai tempat penyimpanan arsip dan peralatan kantor yang sudah tidak dipakai.
Menurut keterangan warga setempat, bau tidak sedap sempat tercium sejak beberapa minggu terakhir, namun mereka mengira itu berasal dari saluran air.
Seorang pekerja kebersihan, Slamet (43), yang menemukan pertama kali kerangka tersebut mengatakan dirinya tidak menyangka akan menemukan sesuatu yang menyeramkan.
“Awalnya saya pikir itu tulang hewan besar, tapi setelah dilihat lagi, ternyata seperti tulang manusia. Saya langsung lapor ke mandor dan akhirnya polisi datang,” ujarnya.
Langkah Penyelidikan Polisi
Polisi masih terus menyelidiki kemungkinan motif dan latar belakang kasus tersebut. Ada dugaan bahwa lokasi itu pernah digunakan sebagai tempat persembunyian atau pembuangan korban kejahatan di masa lalu.
Meski demikian, penyidik belum dapat memastikan apakah kasus ini berkaitan dengan tindak pidana atau insiden nonkriminal seperti kecelakaan.
“Kami membuka semua kemungkinan. Tidak menutup kemungkinan bahwa korban sudah lama meninggal sebelum gedung ini direnovasi,” jelas perwira penyidik Satreskrim Polres Jakarta Pusat.
Selain olah TKP, polisi juga melakukan pencarian saksi tambahan, termasuk mantan karyawan dan penjaga lama gedung tersebut.
Analisis Awal Ahli Forensik
Pakar forensik dari Universitas Indonesia, dr. Abdul Malik, Sp.F, menilai bahwa temuan seperti ini perlu diteliti secara hati-hati karena tulang manusia dapat bertahan hingga puluhan tahun tergantung kondisi lingkungan.
“Jika ditemukan di area lembap seperti basement, proses pembusukan bisa melambat, tapi bentuk kerangka tetap bisa rusak karena korosi dan jamur,”
ujarnya saat dimintai komentar oleh Kompas.id.
Menurutnya, penting bagi tim forensik untuk memeriksa DNA, usia tulang, dan sisa pakaian agar bisa membantu proses identifikasi.
Reaksi Publik dan Kondisi Sekitar Lokasi
Penemuan ini membuat kawasan Kwitang ramai oleh warga dan awak media. Polisi telah memasang garis polisi (police line) di area pintu masuk basement Gedung ACC dan melarang siapa pun selain petugas masuk ke lokasi.
Beberapa warga menyebut bahwa gedung tersebut sering terlihat sepi dan gelap pada malam hari, menimbulkan berbagai spekulasi terkait “kejadian misterius” di masa lalu.
Langkah Selanjutnya
Hingga Rabu pagi (5/11/2025), polisi masih menunggu hasil pemeriksaan DNA dan estimasi waktu kematian dari RS Polri Kramat Jati.
>Jika hasil tersebut sudah keluar, penyidik akan mencoba mencocokkannya dengan laporan orang hilang di wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
Polisi juga berencana memanggil pihak manajemen gedung dan kontraktor renovasi untuk dimintai keterangan tambahan.
Kesimpulan
Kasus Penemuan 2 Kerangka manusia di Gedung ACC Kwitang membuka babak baru dalam penyelidikan kasus misterius di Jakarta Pusat. Meski belum diketahui identitas maupun penyebab kematian korban, tim kepolisian dan forensik terus berupaya mengungkap fakta sebenarnya.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan menyeluruh terhadap bangunan lama sebelum dilakukan renovasi. Serta pentingnya proses identifikasi forensik modern dalam membantu mengungkap misteri kriminal lama.











