Magelang, 19 Oktober 2025 — Hujan deras yang menyebabkan Banjir Bandang Melanda Kabupaten Magelang di beberapa kecamatan. Ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, sementara banyak rumah dan fasilitas umum terendam air setinggi 1–2 meter.
baca juga :
Inovasi Terbaru di Dunia Gadget: Teknologi Canggih yang Harus Kamu Coba!
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang melaporkan bahwa wilayah terdampak meliputi Kecamatan Mertoyudan, Secang, dan Ngablak. Jalan utama dan beberapa jembatan terputus akibat terjangan air, sehingga akses transportasi terganggu.
Kronologi Bencana
Berdasarkan laporan BPBD, banjir terjadi akibat curah hujan ekstrem yang terjadi selama lebih dari 12 jam berturut-turut. Sungai-sungai kecil meluap dan membanjiri pemukiman penduduk di dataran rendah.
“Air datang sangat cepat dan merendam rumah warga. Kami langsung mengevakuasi keluarga kami ke posko pengungsian,” ujar Siti Rahayu (35), warga Desa Nglobar, Kecamatan Mertoyudan.
BPBD telah membuka 10 titik pengungsian untuk menampung warga terdampak. Bantuan logistik, seperti makanan siap saji, air bersih, selimut, dan obat-obatan, mulai didistribusikan sejak Sabtu pagi.
Dampak Banjir
Hingga Minggu pagi, BPBD Magelang mencatat:
-
2.700 rumah terendam
-
8 sekolah terdampak banjir
-
4 jembatan rusak ringan hingga berat
-
3.500 warga mengungsi di posko darurat
Selain itu, beberapa fasilitas kesehatan juga sempat terdampak, meskipun rumah sakit di Magelang Kota tetap beroperasi. Pasar tradisional di beberapa kecamatan tidak bisa beroperasi, sehingga berdampak pada distribusi kebutuhan pokok.
Respons Pemerintah dan BPBD
Bupati Magelang, Drs. H. Muchammad Nur, meninjau lokasi terdampak bersama BPBD, TNI, dan Polri. Pemerintah daerah memastikan bahwa bantuan darurat dan evakuasi dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
“Kami fokus menyelamatkan warga terdampak dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi. Infrastruktur yang rusak akan segera diperbaiki setelah kondisi air surut,” ujar Bupati.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga mengirimkan pompa air dan alat berat untuk mempercepat proses pembuangan air dari pemukiman warga.
Prediksi Cuaca dan Peringatan Dini
BMKG Stasiun Magelang memperingatkan bahwa hujan deras kemungkinan masih akan terjadi hingga pertengahan minggu depan, sehingga masyarakat di dataran rendah diminta waspada terhadap banjir susulan.
“Kami mengimbau warga untuk mengikuti peringatan dini dan tidak kembali ke rumah sebelum air surut sepenuhnya,” kata Kepala BMKG Magelang, Rizki Pratama.
Dukungan dari Masyarakat dan Organisasi
Sejumlah organisasi sosial, seperti Palang Merah Indonesia (PMI) dan Aksi Cepat Tanggap (ACT), telah membuka posko dapur umum untuk warga pengungsian. Masyarakat sekitar juga bergotong royong menyediakan bantuan logistik.
Selain itu, sejumlah komunitas lokal menggalang donasi melalui media sosial untuk membantu korban banjir di Magelang.
Banjir Bandang Melanda Kabupaten Magelang menjadi pengingat penting bahwa cuaca ekstrem dan kesiapsiagaan bencana harus menjadi perhatian utama pemerintah dan masyarakat. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, BPBD, TNI/Polri, dan organisasi sosial, diharapkan warga terdampak bisa segera kembali ke aktivitas normal dan proses pemulihan infrastruktur dapat berjalan lancar.











