Pemerintah Republik Maladewa resmi mencatat sejarah baru dalam kebijakan kesehatan global. Negara kepulauan di Samudra Hindia itu menjadi negara pertama di dunia yang melarang generasi muda untuk merokok seumur hidup.
Undang-undang tersebut disahkan oleh Parlemen Maladewa (People’s Majlis) pada Senin (3/11/2025) dan mulai berlaku pada awal tahun 2026.
Kebijakan ini disebut-sebut sebagai langkah revolusioner dalam upaya mengakhiri kebiasaan merokok di tingkat nasional dan menjadikan generasi mendatang bebas dari ketergantungan terhadap produk tembakau.
Baca Juga :
Skydance Media Rampungkan Akuisisi Paramount Global Senilai $8 Miliar
Isi dan Tujuan Undang-Undang Baru
Dalam peraturan yang disebut “Tobacco-Free Generation Act 2025”, pemerintah Maladewa menetapkan bahwa:
-
Warga negara yang lahir mulai tahun 2009 dan seterusnya dilarang membeli, memiliki, atau mengonsumsi produk tembakau dalam bentuk apa pun.
-
Setiap pelanggaran akan dikenai denda administratif hingga 5.000 rufiyaa Maladewa (sekitar Rp5 juta).
-
Pedagang dan distributor yang menjual rokok kepada kelompok usia terlarang akan menghadapi sanksi berat termasuk pencabutan izin usaha.
Kebijakan ini didukung penuh oleh Kementerian Kesehatan Maladewa, yang menegaskan bahwa tujuan utama undang-undang tersebut adalah melindungi generasi muda dari bahaya tembakau sejak dini.
“Kami ingin menciptakan generasi tanpa rokok, dan keputusan ini adalah komitmen besar bangsa kami terhadap kesehatan masyarakat,”
ujar Menteri Kesehatan Maladewa, Dr. Aishath Imad, dalam konferensi pers di ibu kota Male.
Inspirasi dari Kebijakan Serupa di Dunia
Kebijakan ini terinspirasi dari rencana serupa yang pernah diusulkan di Selandia Baru pada tahun 2022, meskipun kemudian dibatalkan oleh pemerintahan baru negara tersebut.
Dengan disahkannya undang-undang ini, Maladewa secara resmi melampaui negara lain dalam hal keberanian untuk menerapkan larangan merokok lintas generasi, menjadikannya pelopor global dalam upaya pengendalian tembakau.
Reaksi Masyarakat dan Komunitas Kesehatan
Keputusan tersebut mendapat dukungan luas dari masyarakat, khususnya kalangan muda dan tenaga medis.
>Beberapa organisasi non-pemerintah, seperti Maldives Health Alliance dan Youth for Change, menyebut langkah ini sebagai “kemenangan besar bagi masa depan bangsa.”
“Kami akhirnya melihat kebijakan nyata yang memprioritaskan kesehatan generasi muda, bukan kepentingan industri tembakau,”
ujar aktivis kesehatan Ibrahim Rasheed, kepada The Maldives Daily.
Namun, sebagian pelaku usaha menilai kebijakan ini akan menurunkan pendapatan sektor ritel kecil, terutama toko-toko yang mengandalkan penjualan rokok sebagai sumber utama pendapatan harian.
Dukungan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan apresiasi terhadap langkah berani pemerintah Maladewa.
Dalam pernyataannya, WHO menyebut kebijakan ini sebagai “langkah historis menuju dunia bebas tembakau pada tahun 2040.”
“Maladewa telah menunjukkan kepemimpinan luar biasa di tingkat global. Kami berharap negara-negara lain akan mengikuti langkah ini,”
ujar Direktur WHO untuk Kawasan Asia Tenggara, Dr. Poonam Khetrapal Singh.
Latar Belakang: Angka Perokok di Maladewa
Sebelum kebijakan ini diterapkan, survei nasional tahun 2023 menunjukkan bahwa lebih dari 22 persen warga dewasa Maladewa adalah perokok aktif, sementara sekitar 30 persen remaja pernah mencoba rokok atau vape.
Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa penyakit terkait tembakau — termasuk kanker paru, penyakit jantung, dan gangguan pernapasan — menjadi penyebab utama kematian di negara tersebut selama satu dekade terakhir.
Langkah Pendukung Pemerintah
Selain melarang penjualan rokok untuk generasi baru, pemerintah juga berencana:
-
Meningkatkan pajak produk tembakau hingga 25%.
-
Menyediakan layanan konseling berhenti merokok gratis di seluruh rumah sakit publik.
-
Meluncurkan kampanye edukatif nasional tentang bahaya merokok dan vaping.
-
Melarang iklan, sponsor, dan promosi rokok di seluruh media, termasuk digital.
Harapan dan Tantangan ke Depan
Meski mendapat pujian global, tantangan terbesar pemerintah Maladewa adalah penegakan hukum dan pengawasan penjualan ilegal.
Pemerintah bekerja sama dengan kepolisian dan komunitas lokal untuk memastikan implementasi berjalan efektif tanpa diskriminasi.
Kebijakan ini diharapkan tidak hanya berdampak pada kesehatan publik, tetapi juga menjadi contoh bagi negara berkembang lain di Asia dan Afrika untuk mengambil langkah serupa.
Kesimpulan
Pemerintah Republik Maladewa Dengan diberlakukannya larangan merokok bagi generasi muda. Maladewa secara resmi menjadi negara pertama di dunia yang berani melangkah menuju masyarakat bebas tembakau.
Kebijakan ini mencerminkan kesadaran global bahwa pencegahan lebih baik dari pada pengobatan. Keputusan Maladewa bisa menjadi awal dari gerakan dunia untuk mengakhiri era rokok demi masa depan yang lebih sehat.










