Jakarta, 14 Oktober 2025 — Waspada Hoaks Pendaftaran Kartu Prakerja, Kenali Modus Penipuan yang menyebar melalui media sosial, WhatsApp, dan aplikasi tiruan. Banyak pihak mencoba memanfaatkan animo tinggi masyarakat terhadap program pemerintah ini untuk melakukan penipuan.
baca juga :
A House of Dynamite: Thriller Politik Penuh Konspirasi dan Intrik
Pihak resmi dari Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja menjelaskan bahwa pendaftaran hanya dilakukan melalui situs resmi prakerja.go.id, tidak pernah melalui aplikasi pihak ketiga atau lewat jalur offline.
Modus-Modus Penipuan yang Perlu Diwaspadai
Berikut beberapa modus penipuan yang sering muncul dan harus dihindari:
-
Situs Palsu / Tautan Phishing
Ada situs dengan domain mirip seperti prakerja.vip, dashboard.prakerja12.xyz, dsb., yang mengaku sebagai portal pendaftaran resmi. Sering kali situs ini meminta data pribadi atau login akun dengan tujuan mencuri identitas. -
Aplikasi Palsu
Menyebar aplikasi-aplikasi yang mengatasnamakan Prakerja, mengklaim sebagai aplikasi pendaftaran resmi. Padahal, program Prakerja tidak memiliki aplikasi pihak ketiga. -
“Joki” Pendaftaran
Beberapa oknum menawarkan jasa joki untuk membantu mendaftar hingga memastikan lolos seleksi. Mereka sering meminta foto KTP, KK, hingga swafoto, atau bahkan uang muka. Tipe yang menjanjikan 100% lolos harus diwaspadai sebagai penipuan. -
Flyer / Selebaran Offline
Terjadi penyebaran flyer fisik yang mencantumkan logo Prakerja dan persyaratan seperti membuka rekening tertentu, padahal hal tersebut tidak benar. -
Pengumpulan Data Berlebihan & Biaya Tersembunyi
Penipu meminta fotokopi KTP, KK, NPWP, atau meminta biaya pendaftaran, yang sebenarnya tidak dibutuhkan dalam pendaftaran resmi.
Agar tidak menjadi korban hoaks, simak langkah aman berikut:
-
Pastikan alamat website adalah https://www.prakerja.go.id — semua pendaftaran hanya melalui portal tersebut.
-
Gunakan domain resmi dan periksa protokol HTTPS (terkunci di browser).
-
Jangan mengunduh aplikasi pihak ketiga yang mengaku sebagai Prakerja.
-
Jangan percayai “joki” yang menjamin lolos. Proses seleksi Prakerja sepenuhnya sistem, bukan manusia.
-
Tidak ada biaya pendaftaran — jika ada yang meminta uang atau “biaya admin”, itu patut dicurigai.
-
Jangan menyerahkan data pribadi (foto KTP, KK, swafoto) ke pihak tak resmi.
-
Jika menerima link mencurigakan, cek domain-nya; jika bukan prakerja.go.id, jangan diklik.
-
Laporkan ke tim resmi Prakerja atau ke aparat jika menemukan modus penipuan.
Pernyataan Resmi & Klarifikasi
-
Dalam situs resmi Prakerja, ditegaskan bahwa program ini tidak memungut biaya sama sekali dalam proses pendaftaran.
-
Pengelola menyatakan tidak ada tim lapangan yang melakukan pendaftaran offline di desa atau kecamatan.
-
Manajemen PMO juga memperingatkan agar tidak membayar untuk dijamin lolos — jika menjanjikan “100% lolos”, itu jelas penipuan.
-
Tautan yang mengklaim pendaftaran Prakerja 2025 dikonfirmasi hoaks karena program belum dibuka dan tautan tersebut bukan domain resmi.
Hoaks pendaftaran Kartu Prakerja bisa merugikan korban dalam berbagai cara:
-
Data pribadi bisa dicuri dan disalahgunakan (misalnya untuk kejahatan identitas).
-
Uang yang disetor ke penipu hangus tanpa manfaat.
-
Pemerintah kehilangan kepercayaan masyarakat pada program bantuan sosial.
-
Terjadinya kerugian psikologis dan panik masyarakat yang ingin segera daftar.
Oleh karena itu, literasi digital dan edukasi masyarakat sangat penting agar warga tidak mudah percaya pada informasi viral tanpa verifikasi.
Judul “Waspada Hoaks Pendaftaran Kartu Prakerja, Kenali Modus Penipuan” sangat relevan karena program Kartu Prakerja sering disalahgunakan oleh oknum yang menyebar hoaks lewat situs palsu, aplikasi tiruan, joki, dan selebaran fisik.
Untuk tetap aman, masyarakat harus selalu mendaftar melalui prakerja.go.id secara mandiri, menolak biaya atau janji lolos, dan memverifikasi setiap tautan sebelum mengklik. Edukasi tentang ciri hoaks menjadi benteng utama agar program pemerintah yang dirancang membantu masyarakat tidak menjadi korban penipuan.










