Jagat media sosial Indonesia kembali dihebohkan oleh sebuah video yang menunjukkan Aksi Seorang Pria membagikan uang tunai kepada pengguna jalan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat. Dalam video berdurasi sekitar 30 detik itu, pria berpakaian kasual terlihat berdiri di atas mobil mewah sambil melemparkan lembaran uang seratus ribuan ke arah warga yang melintas.
baca juga :
Festival Musik Kopling 2025 Hadir dengan Konsep Kreatif
Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun TikTok @jakartainfo pada Selasa pagi, dan dalam hitungan jam langsung menjadi viral dengan lebih dari 3 juta tayangan serta ribuan komentar. Banyak pengguna menyebut pria itu sebagai “sultan dadakan”, sementara yang lain mengkritik aksinya karena dianggap bisa menimbulkan kekacauan lalu lintas.
Respons Warganet: Antara Salut dan Kritik
Fenomena ini memicu perdebatan hangat di dunia maya. Sebagian warganet menilai aksi pria tersebut sebagai bentuk kepedulian sosial di tengah kondisi ekonomi yang sulit, sementara sebagian lainnya menganggap tindakan itu sekadar “gimmick konten” untuk mencari perhatian.
Salah satu pengguna X menulis:
“Kalau niatnya sedekah ya bagus, tapi jangan di tengah jalan, bisa bahaya buat pengendara lain.”
Namun, ada pula komentar positif:
“Rezekinya banyak, bagi-bagi ke orang kecil juga. Gak masalah, selama niatnya baik.”
Tagar #SultanDadakan dan #ViralJakarta pun langsung menduduki trending topic di berbagai platform media sosial.
Polisi Turun Tangan Selidiki Aksi “Bagi Uang”
Menanggapi viralnya video tersebut, Polres Metro Jakarta Pusat menyatakan telah menurunkan tim untuk memverifikasi kebenaran kejadian.
AKBP Rinaldi, Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, mengatakan:
“Kami masih menyelidiki lokasi dan identitas pelaku. Kami ingin memastikan apakah aksi ini dilakukan murni untuk berbagi, atau bagian dari konten yang bisa menimbulkan gangguan ketertiban umum.”
Jika terbukti dilakukan tanpa izin dan menyebabkan kerumunan di jalan raya, pelaku dapat dikenakan sanksi sesuai Peraturan Lalu Lintas dan Ketertiban Umum (Perda DKI No. 8 Tahun 2007).
Fenomena “Sultan Dadakan” dan Dampak Sosialnya
Menurut pengamat media sosial Rizky Ananda, fenomena seperti ini adalah contoh nyata bagaimana perilaku digital masyarakat Indonesia bergeser ke arah “charity for content” — di mana kegiatan sosial digabung dengan kebutuhan untuk viral.
“Motifnya bisa beragam, dari niat baik hingga strategi branding pribadi. Tapi ketika dilakukan di ruang publik tanpa pengawasan, efeknya bisa negatif,” ujar Rizky.
Fenomena ini menunjukkan bahwa media sosial kini menjadi panggung utama untuk pencitraan dan aksi spontan. Yang bisa langsung mengubah seseorang menjadi viral dalam waktu singkat.
Antara Konten dan Kepedulian
Aksi Seorang Pria yang membagikan uang di tengah jalan ini memang menuai pro dan kontra. Namun satu hal pasti viralitasnya. Mencerminkan bagaimana masyarakat modern begitu responsif terhadap hal-hal unik dan spontan, terutama yang melibatkan nilai sosial dan ekonomi.
Apapun motif di baliknya fenomena ini menjadi pengingat pentingnya tanggung jawab sosial dalam berkonten di ruang publik. Serta bagaimana dunia digital dapat memperbesar dampak dari setiap tindakan.










